Ramipril merupakan obat yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien penyakit ginjal kronik yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Obat golongan ini diketahui dapat memberikan perlindungan pada ginjal dengan membantu menjaga kesehatan glomerulus (filter kecil di ginjal). Ramipril merupakan golongan obat yang dapat menurunkan kadar rasio albumin-kreatinin urin. Obat-obatan ini juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular (termasuk gagal jantung, serangan jantung, atau stroke).
Indikasi
Hipertensi ringan sampai sedang; gagal jantung kongestif (tambahan); terapi pasca infark miokard pada pasien dengan gagal jantung yang terbukti secara klinis; mengurangi risiko infark miokard, stroke, mortalitas pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun dengan risiko tinggi penyakit aterosklerotik dan resiko serangan jantung yang serius.
Dosis dan Aturan Pakai
Hipertensi: pada pasien yang tidak mengkonsumsi diuretik, dosis awal ramipril direkomendasikan 2,5 mg satu kali sehari. Kemudian dapat ditingkatkan berdasarkan respon tekanan darah pasien. Dosis lazim 2,5 - 5 mg sekali sehari. Dosis maksimal 20 mg perhari dalam 1 atau 2 kali pemberian. Apabila pada dosis 5 - 10 mg perhari respon pasien belum memuaskan, direkomendasikan untuk memberikan terapi kombinasi dengan golongan antihipertensi lainnya.
Gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah setelah infark miokard: dosis awal ramipril yang dianjurkan adalah 1,25 hingga 2,5 mg sekali sehari, secara bertahap ditingkatkan hingga dosis target 10 mg sekali sehari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi dua
Penyesuaian dosis pada pasien penyakit ginjal:
Hipertensi: pada pasien dengan bersihan kreatinin <40 ml/menit: dosis awal 1,25 mg sekali sehari, dosis maksimal 5 mg perhari dengan pemantauan terhadap bersihan kreatinin setiap penyesuaian dosis
Indikasi lainnya: pada pasien dengan bersihan kreatinin <40 ml/menit: dosis standar diturunkan 75%
Cara Penggunaan
Ramipril dapat diminum sebelum atau setelah makan. Pada penggunaan pertama kali, ramipril dapat diminum pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi resiko pusing.
Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap ACE inhibitor, angioedema, hiperkalemia, hiponatremia, kehamilan, porfiria
Efek Samping
Hipotensi, pusing, sakit kepala, letih, astenia, mual, diare, kram otot, batuk kering, gangguan kerongkongan, perubahan rasa kecap, perubahan suara, stomatitis, dispepsia, nyeriperut, perubahan nilai kreatitin transient, hiperkalemia, angioedema, hipersensitifitas, urtikaria, ruam kulit, gangguan darah, gejala saluran pernafasan atas, hiponatremia, takikardi, palpitasi, aritmia, infark miokard, stroke pada hipotensi berat, nyeri punggung, muka merah, sakit kuning, pankreatitis, gangguan tidur, gelisah, perubahan suasana hati, parestesia, impotensi, onikolisis, alopesia.
Rujukan
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2017. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Sagung Seto: Jakarta
2. Chauhan M, Patel JB, Ahmad F. Ramipril. [Updated 2024 Oct 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537119/
3. NKF team. 2023. ACE Inhibitors and ARBs [online] tersedia pada https://www.kidney.org/kidney-topics/ace-inhibitors-and-arbs